Update Harga Sembako Jawa Timur Jumat 13 Februari 2026 Lengkap

Jumat, 13 Februari 2026 | 13:39:35 WIB
Update Harga Sembako Jawa Timur Jumat 13 Februari 2026 Lengkap

JAKARTA - Pergerakan harga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali menunjukkan dinamika pada Jumat, 13 Februari 2026.

 Sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sebagian lainnya turun, sementara mayoritas bahan pokok relatif stabil. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana pasar kebutuhan sehari-hari terus bergerak mengikuti berbagai faktor yang memengaruhinya.

Harga sembako di Jawa Timur (Jatim) terus mengalami fluktuasi dari hari ke hari. Pada hari ini, bawang putih, daging sapi, daging ayam kampung turun, gas elpiji, cabai keriting, cabai besar, telur ayam kampung, daging ayam ras naik, sementara bahan pokok lainnya relatif stabil tanpa perubahan berarti.

Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Selain membantu masyarakat dalam mengatur belanja harian, informasi ini juga penting untuk menjaga kestabilan pengeluaran rumah tangga agar tidak membengkak di tengah situasi harga yang tidak menentu.

Update Harga Sembako 13 Februari 2026

Sembako adalah singkatan dari sembilan bahan pokok. Sembako merupakan kebutuhan dasar yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat tersebut terdiri dari beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, serta garam.

Selain sembilan bahan pokok tersebut, harga kebutuhan dapur yang tidak kalah penting adalah cabai. Berikut daftar harga sembako terbaru di Jawa Timur, Jumat 13 Februari 2026, dirangkum dari sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur.

Beras Premium: Rp 14.855/kg
Beras Medium: Rp 12.871/kg
Gula kristal putih: Rp 16.549/kg
Minyak goreng curah: Rp 18.856/kg
Minyak goreng kemasan premium: Rp 20.657/liter
Minyak goreng kemasan sederhana: Rp 17.457/liter
Minyak goreng Minyakita: Rp 16.132/liter
Daging sapi paha belakang: Rp 119.237/kg
Daging ayam ras: Rp 39.460/kg
Daging ayam kampung: Rp 68.883/kg
Telur ayam ras: Rp 29.340/kg
Telur ayam kampung: Rp 47.302/kg
Susu kental manis merek Bendera: Rp 12.627 370 gr/kl
Susu kental manis merek Indomilk: Rp 12.622 370 gr/kl
Susu bubuk merek Bendera: Rp 42.604 400 gr/dos
Susu bubuk merek Indomilk: Rp 41.652 400 gr/dos
Garam bata: Rp 1.878
Garam halus: Rp 9.358/kg
Cabai merah keriting: Rp 32.153/kg
Cabai merah besar: Rp 30.044/kg
Cabai rawit merah: Rp 83.268/kg
Bawang merah: Rp 36.226/kg
Bawang putih: Rp 32.091/kg
Gas elpiji: Rp 19.898

Berdasarkan harga rata-rata sembako di Jawa Timur hari ini, bawang putih turun Rp 184 atau 0,57 persen, daging sapi turun Rp 588 atau 0,49 persen, daging ayam kampung turun Rp 509 atau 0,73 persen.

Gas elpiji naik Rp 154 atau 0,78 persen, cabai keriting Rp 127 atau 0,40 persen, cabai besar naik Rp 187 atau 0,63 persen, telur ayam kampung naik Rp 850 atau 1,83 persen, daging ayam ras naik Rp 150 atau 0,38 persen.

Komoditas yang Mengalami Kenaikan dan Penurunan

Perubahan harga pada sejumlah komoditas menunjukkan bahwa tekanan tidak terjadi secara merata. Bawang putih menjadi salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga, begitu pula daging sapi dan daging ayam kampung. 

Penurunan ini memberikan sedikit ruang bagi konsumen, khususnya yang rutin mengonsumsi produk tersebut.

Sebaliknya, kenaikan harga terjadi pada gas elpiji, cabai merah keriting, cabai merah besar, telur ayam kampung, serta daging ayam ras. Cabai rawit merah tetap berada pada harga tinggi, menjadikannya salah satu komoditas yang cukup membebani pengeluaran dapur.

Kondisi ini menggambarkan bahwa fluktuasi harga terjadi karena dinamika pasokan dan permintaan yang terus berubah. Tidak semua komoditas bergerak ke arah yang sama dalam satu waktu.

Faktor Perubahan Harga Sembako

Perubahan harga sembako dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari biaya produksi, kebijakan pemerintah, kurs, hingga cuaca. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi naik dan turunnya harga sembako.

Jika permintaan meningkat, tapi penawaran tetap atau berkurang, harga cenderung naik. Sebaliknya, jika penawaran lebih banyak daripada permintaan, harga bisa turun.

Cuaca ekstrem, bencana alam, atau perubahan musim dapat mempengaruhi produksi pertanian. Kekurangan pasokan akibat cuaca buruk menyebabkan kenaikan harga.

Kebijakan impor, subsidi, pajak, atau regulasi lain yang dikeluarkan pemerintah dapat mempengaruhi harga sembako. Misalnya, pembatasan impor atau perubahan pajak.

Kenaikan harga bahan baku, pupuk, bahan bakar, atau upah pekerja dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang mempengaruhi harga sembako.

Fluktuasi nilai tukar mata uang, terutama jika bahan pokok diimpor, dapat mempengaruhi harga. Depresiasi mata uang lokal akan membuat harga barang impor lebih mahal.

Inflasi tinggi cenderung menyebabkan kenaikan harga sembako karena meningkatnya biaya barang dan jasa.

Kondisi ekonomi yang tidak stabil dapat memperburuk situasi.

Masalah rantai distribusi seperti kemacetan, pemogokan, atau masalah logistik lainnya bisa menyebabkan keterlambatan pengiriman, mengurangi pasokan, dan harga naik.

Berbagai faktor ini mempengaruhi harga sembako sering kali berubah-ubah, sehingga memerlukan pengawasan serta kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas pasar. Harga sembako juga bisa berbeda-beda di setiap pasar. Harga di atas merupakan harga rata-rata di Jawa Timur.

Pentingnya Pemantauan Harga Bagi Masyarakat

Perubahan harga yang terjadi hampir setiap hari membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam mengatur pengeluaran. Informasi harga rata-rata dapat menjadi acuan dalam menentukan waktu pembelian dan menyusun prioritas kebutuhan.

Dengan mengetahui komoditas yang naik maupun turun, konsumen dapat menyesuaikan pola belanja agar tetap efisien. Selain itu, pemantauan rutin juga membantu masyarakat memahami tren harga dan mengantisipasi potensi kenaikan pada periode tertentu.

Fluktuasi harga sembako merupakan bagian dari dinamika ekonomi yang tidak bisa dihindari. Namun dengan informasi yang transparan dan pembaruan rutin, masyarakat diharapkan tetap dapat menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi pasar yang berubah-ubah.

Terkini