Niat Puasa Ramadan 2026 Lengkap Arab Latin dan Artinya

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:16:54 WIB
Niat Puasa Ramadan 2026 Lengkap Arab Latin dan Artinya

JAKARTA - Menjelang datangnya Ramadan 2026, umat Islam kembali mempersiapkan diri untuk menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. 

Selain kesiapan fisik, pemahaman mengenai rukun dan syarat puasa menjadi hal yang tidak kalah penting. Salah satu aspek mendasar yang menentukan sah atau tidaknya puasa adalah niat. Tanpa niat, ibadah puasa tidak memiliki landasan yang kuat dalam syariat.

Membaca niat puasa Ramadan diperlukan sebagai penentu sah tidaknya ibadah yang dilakukan. Karena itu, setiap muslim hendaknya berniat terlebih dahulu ketika akan menjalankan ibadah puasa tahun 2026. Niat menjadi pembeda antara menahan lapar biasa dengan ibadah yang dilakukan karena Allah SWT.

Mayoritas ulama mensyaratkan niat puasa dibaca setiap hari selama Ramadan. Namun, ada juga yang membolehkan membaca niat satu kali untuk satu bulan penuh. Perbedaan ini lahir dari ragam penafsiran dalil yang digunakan para ulama dalam menetapkan hukum.

Dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya milik R. Syamsul dan M. Nielda, disebutkan bahwa rukun puasa ada dua yakni niat dan meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa. 

Kedudukan niat dalam puasa sama halnya dengan ibadah lain seperti salat, zakat dan haji. Artinya, niat menjadi unsur fundamental yang tidak bisa dipisahkan dari pelaksanaan ibadah.

Tata Cara Niat Puasa Ramadan

Menurut Abdul Somad dalam buku 30 Fatwa Seputar Ramadan, tidak disyaratkan untuk melafalkan niat. Alasannya karena niat berada di dalam hati. Ketika seseorang telah bertekad dalam hatinya untuk melaksanakan puasa, maka itu sudah cukup sebagai niat yang sah.

Bahkan, apabila seseorang hanya sekadar terbangun pada waktu sahur dan dalam hatinya sudah berkeinginan untuk melaksanakan puasa atau minum agar tidak haus saat siang hari, maka niat tersebut telah dianggap cukup. Intinya terletak pada kesadaran dan kehendak dalam hati untuk menjalankan puasa.

Namun demikian, barangsiapa yang tidak melakukannya pada malam hari atau saat sahur, maka puasanya bisa tidak sah. Karena itu, banyak ulama menekankan pentingnya menghadirkan niat sebelum terbit fajar sebagai bentuk kehati-hatian dalam beribadah.

Niat bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi kesungguhan hati untuk beribadah karena Allah SWT. Melafalkan niat hanya bersifat membantu menghadirkan kesadaran, bukan menjadi syarat utama sahnya puasa.

Niat Puasa Ramadan Arab, Latin, dan Arti

Para ulama telah menjelaskan bacaan niat puasa secara rinci, termasuk teks Arab, transliterasi Latin, dan artinya. Berikut bacaan niat puasa Ramadan yang dibaca sebelum waktu imsak:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat puasa besok untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."

Bacaan ini umum digunakan oleh umat Islam di Indonesia sebagai panduan dalam berniat. Meski demikian, sekali lagi ditekankan bahwa inti niat terletak di dalam hati. Teks bacaan hanya menjadi sarana untuk memantapkan niat tersebut.

Dengan memahami arti bacaan niat, seorang muslim diharapkan lebih menyadari bahwa puasa yang dijalankan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan kewajiban yang dilaksanakan semata-mata karena Allah SWT.

Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan

Dalam buku Fiqih Niat karya Umar Sulaiman Al-Asyqar, dijelaskan bahwa para ulama sepakat mengenai kebolehan mendahulukan niat puasa. Dalil menunjukkan bahwa waktu niat untuk puasa dilakukan pada malam hari.

Waktu berniat puasa dimulai sejak matahari terbenam hingga terbitnya fajar. Jika seseorang berniat pada akhir waktu, bahkan hanya sedetik sebelum fajar, maka niatnya tetap dianggap sah. Hal ini menunjukkan keluasan syariat dalam memberikan kemudahan kepada umat.

Meski demikian, lebih dianjurkan untuk berniat di awal waktu malam agar terhindar dari rasa tergesa-gesa atau khawatir terlambat. Banyak orang memilih berniat setelah salat Isya atau saat sahur untuk memastikan niat telah tertanam sebelum masuk waktu subuh.

Pemahaman mengenai waktu niat ini sangat penting, terutama bagi mereka yang khawatir lupa atau tertidur sebelum sempat berniat. Dengan mengetahui rentang waktu yang dibolehkan, umat Islam dapat lebih tenang dalam menjalankan ibadah.

Bolehkah Baca Niat Puasa Siang Hari

Niat menjadi penentu sah atau tidaknya puasa, sehingga dianjurkan untuk membaca niat pada malam hari. Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam Hasyiyatul Iqna menjelaskan sebagai berikut:

Artinya: "Disyaratkan memasang niat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Syarat ini berdasar pada hadits Rasulullah SAW, 'Siapa yang tidak memalamkan niat sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.' Karenanya, tidak ada jalan lain kecuali berniat puasa setiap hari berdasar pada redaksi zahir hadits," (Lihat Syekh Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna', Darul Fikr, Beirut, 2007 M/1428 H, Juz II).

Lalu bagaimana jika seseorang lupa berniat pada malam hari? Persoalan ini menjadi pembahasan di kalangan ulama mazhab. Imam Syafi'i berpendapat bahwa niat puasa wajib yang dilakukan pada siang hari tidak sah. Dengan demikian, puasa tersebut dianggap tidak memenuhi syarat.

Sementara itu, Imam Hanafi memberikan kelonggaran. Menurutnya, puasa wajib atau sunnah yang niatnya dibaca saat siang hari tetap sah, meskipun nilainya dianggap kurang sempurna. Namun, tetap lebih baik berniat pada malam hari sebagaimana hadis Rasulullah SAW.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan kekayaan khazanah fiqih Islam. Meski terdapat variasi pendapat, seluruh ulama sepakat bahwa niat adalah unsur utama dalam ibadah puasa.

Dengan memahami bacaan, arti, serta waktu membaca niat, umat Islam dapat menyambut Ramadan 2026 dengan kesiapan yang lebih baik. 

Niat yang tulus dan tepat waktu akan menjadi pondasi kokoh dalam menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Semoga ibadah yang dilakukan diterima dan membawa keberkahan. Wallahu a'alam bishawab.

Terkini