JAKARTA - Emas perhiasan kembali menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat pada pertengahan Februari ini.
Bukan hanya karena nilainya yang cenderung stabil dalam jangka panjang, tetapi juga karena fluktuasi harian yang bisa memengaruhi keputusan membeli maupun menjual. Pada Rabu, 18 Februari 2026, harga emas perhiasan di sejumlah platform menunjukkan penyesuaian yang patut dicermati.
Pergerakan harga emas perhiasan selalu menjadi sorotan utama bagi masyarakat, baik untuk keperluan investasi jangka panjang maupun sebagai pelengkap gaya hidup. Dinamika harga logam mulia ini kembali menunjukkan fluktuasi yang perlu dicermati oleh calon pembeli maupun investor.
Informasi terkini mengenai harga emas perhiasan sangat krusial agar keputusan transaksi yang diambil dapat cerdas dan efektif di pasar.
Harga emas perhiasan dapat bervariasi secara signifikan, dipengaruhi oleh kadar karat, merek, desain, serta kebijakan masing-masing toko atau platform penjualan.
Oleh karena itu, pemantauan harga secara berkala dari berbagai penyedia terpercaya menjadi langkah bijak. Berikut panduan komprehensif mengenai harga emas perhiasan hari ini, termasuk perbandingan dari beberapa platform terkemuka di Indonesia, serta harga emas batangan sebagai acuan.
Data yang disajikan dirangkum dari berbagai sumber resmi dan terpercaya, memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi pasar emas pada hari ini.
Dengan memahami rincian harga dan faktor-faktor yang memengaruhinya, pembaca dapat menavigasi pasar emas perhiasan yang dinamis dengan lebih baik.
Pergerakan Harga Emas Perhiasan di Laku Emas
Sementara itu, Laku Emas (CMK Group) juga menunjukkan pergerakan serupa. Emas perhiasan 24 Karat di Laku Emas hari ini tercatat Rp 2.539.000 per gram, turun sekitar Rp 19.000 dari posisi sebelumnya Rp 2.558.000 per gram.
Data per 17 Februari 2026 menunjukkan emas 23 Karat di harga Rp 2.222.000 per gram, 22 Karat Rp 2.125.000 per gram, dan 21 Karat Rp 2.032.000 per gram.
Rincian harga lengkap yang tercatat hari ini sebagai berikut:
24K (99%) Rp. 2,539,000
23K Rp. 2,205,000
22K Rp. 2,109,000
21K Rp. 2,016,000
20K Rp. 1,919,000
19K Rp. 1,821,000
18K Rp. 1,724,000
17K Rp. 1,626,000
16K Rp. 1,529,000
15K Rp. 1,433,000
14K Rp. 1,337,000
13K Rp. 1,241,000
12K Rp. 1,144,000
11K Rp. 1,047,000
10K Rp. 951,000
9K Rp. 854,000
Penyesuaian harga ini mencerminkan dinamika pasar yang bergerak mengikuti perkembangan global maupun domestik. Penurunan pada kadar tinggi seperti 24K menjadi perhatian utama karena sering dijadikan acuan nilai emas murni.
Update Harga Emas Perhiasan di Raja Emas Indonesia
Di Raja Emas Indonesia, harga emas perhiasan 24 Karat tercatat Rp 2.415.000 per gram, mengalami penurunan sebesar Rp 35.000 dibandingkan harga pada 17 Februari 2026 yang berada di Rp 2.450.000 per gram.
Penurunan ini juga diikuti oleh varian kadar emas lainnya yang mengalami penyesuaian harga. Untuk kadar 23 Karat, harganya Rp 2.205.000 per gram, 22 Karat Rp 2.110.000 per gram, dan 21 Karat Rp 2.015.000 per gram (data per 17 Februari 2026).
Kadar 20 Karat senilai Rp 1.917.000 per gram, 19 Karat Rp 1.820.000 per gram, dan 18 Karat Rp 1.725.000 per gram (data per 17 Februari 2026).
Daftar harga lengkap di Raja Emas Indonesia:
K24* Rp 2.555.000
K24 Rp 2.415.000
K23 Rp 2.190.000
K22 Rp 2.095.000
K21 Rp 2.000.000
K20 Rp 1.905.000
K19 Rp 1.809.000
K18 Rp 1.715.000
K17 Rp 1.619.000
K16 Rp 1.524.000
K15 Rp 1.430.000
K14 Rp 1.334.000
K13 Rp 1.238.000
K12 Rp 1.144.000
K11 Rp 1.048.000
K10 Rp 952.000
K9 Rp 857.000
K8 Rp 760.000
K7 Rp 660.000
K6 Rp 570.000
K5 Rp 472.000
Perbedaan harga antarplatform ini menunjukkan pentingnya membandingkan sebelum melakukan transaksi. Selisih harga per gram, terutama pada kadar tinggi, bisa berdampak signifikan untuk pembelian dalam jumlah besar.
Faktor Penentu Pergerakan Harga Emas Perhiasan
Pergerakan harga emas perhiasan tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi makro dan mikro. Memahami faktor-faktor ini penting bagi investor dan konsumen untuk membuat keputusan yang tepat.
Salah satu faktor utama adalah permintaan dari industri perhiasan global. Ketika permintaan tinggi, terutama dari pasar-pasar besar seperti India dan China, harga emas cenderung meningkat.
Selain itu, fluktuasi nilai tukar mata uang, khususnya dolar AS terhadap rupiah, juga sangat memengaruhi harga emas domestik. Pelemahan rupiah terhadap dolar AS umumnya akan membuat harga emas dalam negeri menjadi lebih mahal.
Kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan emas juga berperan penting. Pembelian atau penjualan emas dalam jumlah besar oleh bank sentral dapat memengaruhi pasokan dan permintaan di pasar global.
Kondisi pasar secara umum, termasuk sentimen investor terhadap aset berisiko dan aset safe haven, turut menentukan arah pergerakan harga emas. Ketidakpastian ekonomi atau geopolitik seringkali mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai lindung nilai, sehingga menaikkan harganya.
Selain itu, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kerap dijadikan acuan oleh pelaku pasar untuk melihat tren umum logam mulia. Pergerakan harga emas batangan biasanya memengaruhi harga emas perhiasan, meskipun terdapat tambahan biaya produksi dan desain pada perhiasan.
Strategi Membeli dan Memantau Harga Emas
Calon pembeli maupun investor emas perhiasan disarankan untuk terus memantau harga dari berbagai sumber terpercaya. Pertimbangkan tujuan pembelian, apakah untuk investasi atau penggunaan pribadi, karena hal ini akan memengaruhi strategi terbaik dalam membeli atau menjual emas.
Jika tujuan utama adalah investasi, memilih kadar tinggi seperti 24K bisa menjadi opsi karena kadar kemurniannya mendekati emas murni. Namun, untuk penggunaan sehari-hari, kadar lebih rendah seperti 18K atau 17K sering dipilih karena lebih kuat dan tahan lama.
Membandingkan harga antarplatform, memahami tren global, serta memperhatikan kurs rupiah menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan.
Dengan pendekatan yang cermat dan informasi yang akurat, masyarakat dapat memaksimalkan manfaat dari investasi maupun pembelian emas perhiasan di tengah dinamika pasar yang terus berubah.